DINUN-ISNU JATIM DILUNCURKAN UNTUK MELAWAN RADIKALISME

isnujatim.org - Maraknya fundamentalisme keagamaan yang disebabkan pemahaman keberagamaan yang sempit hingga mempersoalkan legitimasi konsep NKRI, menjadi perhatian tersendiri bagi Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur. Lebih ironis lagi, kondisi yang demikian terbentuk oleh narasi keagamaan dan politik fudamentalis  melalui media social sebagai tantangan serius bagi umat seiring meningkatnya jumlah pengguna media sosial yang mencapai kurang lebih 143,26 juta jiwa atau 54,68% dari total populasi Indonesia. 
Melalui program kerja utama berupa Proliferasi Faham Islam Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdhiyah, ISNU Jawa Timur membentuk organisasi sayap yang diberi nama Da’i Intelektual Nusantara Network (DINUN). Tugas dan fungsi DINUN sendiri lebih sebagai wadah asosiasi dan jejaring kaum intelektual keagamaan yang tumbuh dan berkembangan di lingkunan Nahdlatul Ulama. Prinsip-prinsip yang dijadikan basis gerakan adalah Aswaja Nahdhiyyah yang menjunjung tinggi moderasi dan toleransi. DINUN juga menginsafi dan menghormati perbedaan dan keragamaan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk keragaman pandangan keagamaan, tanpa mengingkari pentingnya kontestasi gagasan-gagasan konstruktif yang memberdayakan. 
Dengan adanya DINUN, tugas dakwah dapat menjangkau semua lapisan masyarakat dengan berbagai latar belakang  profesi, tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, kelas sosial-ekonomi, demografi, bidang keahlian, dan seterusnya. Keanggotaannya pun beragam, yakni mencakup individu-individu yang mempunyai penguasaan dan pengetahuan keislaman yang baik, di samping disiplin-disiplin lain.
Sayap organisasi ISNU Jawa Timur yang bernama DINUN ini secara resmi diluncurkan dalam acara Halal Bi Halal dan Peluncuran DINUN pada Jum’at 5 Juli 2019 di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, hadir untuk mengisi acara, Prof. Dr. Muhammad Mahfud MD, SH., SU., (mantan Ketua MK RI), Prof. H. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D (Ketua ISNU Jawa Timur), Drs. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag (Rektor Universitas Nurul Jadid Paiton), dan Achmad Tohe, MA., Ph.D (Direktur DINUN).

┬ęCopyright isnujatim 2018