ISNU: Gus Sholah, Teknokrat NU yang Bersahaja

isnujatim.org - Wafatnya KH Shalahuddin Wahid atau Gus Sholah membawa duka mendalam untuk seluruh warga Nahdlatul Ulama, termasuk juga di lingkungan Ikatan Sarjana Nahdlalul Ulama (ISNU)

Ali Masykur Musa, Ketua Umum ISNU pun menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas kehilangan pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang yang merupakan tokoh panutan NU tersebut.

Untuk itu, ia mengajak seluruh warga NU khususnya, dan seluruh rakyat Indonesia, mendoakan agar Gus Sholah diterima seluruh amalnya dan diampuni seluruh dosa dan kekhilafannya.

"Kita semua kehilangan tokoh NU yang menjadi panutan kaum intelektual dan muda NU," ujar Cak Ali - panggilan akrab Ali Masykur Musa.

Menurutnya, Gus Sholah adalah sedikit dari teknokrat NU yang memiliki manajerial handal dan kepemimpinan yang bisa diterima semua lapisan dan golongan masyarakat. Gus Sholah adalah pribadi yang bersahaja dan bertutur kata yang santun.

"Meskipun Gus Sholah adalah NU, namun pemikiran, kepemimpinan dan solusi kebangsaannya bisa diterima baik oleh pemerintah atau golongan-golongan keagamaan yang berbeda. Bangsa ini kehilangan tokoh besar sebagai panutan," imbuhnya.

Cak Ali pun mengajak seluruh kaum intelektual dan muda NU, serta umat Islam secara umum, untuk meneladani Gus Sholah dalam kehidupan sehari-hari. Tak lupa, ia mengajak seluruh anggota ISNU melakukan shalat ghoib dan mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan ikhlas, tabah dan sabar. (*)