ISNU Jatim Gelar Muskerwil, Ini Harapan Wakil Gubernur

isnujatim.org - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak meminta para sarjana NU yang tergabung dalam Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan SDM. Emil menilai, ISNU yang merupakan banom NU mempunyai kedekatan dan jaringan di masyarakat. 

Hal ini disampaikan Emil saat memberi sambutan pada Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Minggu (28/4/2019)

Sejumlah kepala daerah di Jawa Timur juga hadir, antara lain Bupati Bangkalan RKH Abd. Latif Amin Imron, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari dan Plt Bupati Malang M Sanusi. Para Rektor PTN dan PTS di Jatim juga nampak hadir. Ada Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Rektor Unibraw Malang, Rektor Unisma dan Unesa.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah ISNU Jatim, Masud Said mengatakan pihaknya akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Sinergi ini diharapkan mampu memajukan provinsi yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa tersebut. 

Menurut Mas’ud nantinya program ISNU Jatim akan disinergikan dengan program Pemprov Jatim, khususnya terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

“Kita akan membangun bersama-sama dengan sinergi pemerintah. Terutama, bagaimana meningkatkan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) dan juga pembangunan kewilayahan,” katanya. 

Selain sinergi dengan pemerintah, ISNU Jatim juga akan meningkatkan sinergi dengan semua pengurus cabang ISNU yang ada diseluruh daerah di Jatim. Antara lain Madura, kawasan Pantura, Mataraman, Arekan dan juga Tapal Kuda serta Banyuwangi. 

“Kami mendorong pengurus yang ada di cabang-cabang ini juga bisa sinergi dengan pemerintah daerah masing-masing,” terang Mas’ud. 

Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini menambahkan, ISNU juga mendorong agar para anggota bisa memberi peran yang maksimal di bidangnya masing-masing. 

Para anggota ISNU sendiri terdiri dari lintas profesi. Ada guru, dosen, pengusaha, pejabat dan lain-lain. “Dengan sinergi, kita panggil kembai kekuatan yang ada. Tentu ini akan memberi energi positif dan Jatim akan memiliki banyak man power yang bagus,” ujarnya. 

Mas’ud menandaskan, ISNU memiliki sejumlah jaringan. Yang pertama, kata dia, adalah jaringan yang ada di pemerintahan. Baik tingkat kota dan kabupaten maupun provinsi. Kemudian jaringan perguruan tinggi (PT) dan lembaga-lembaga penelitian. Ketiga adalah NU itu sendiri. Sebab, NU merupakan ormas keagamaan yang melahirkan ISNU. Terakhir adalah masyarakat umum. 

“NU itu luas, jamaahnya banyak. Makanya harus bersinergi dan saling menguatkan,” pungkasnya.

 

Sumber : jatim.sindonews.com

┬ęCopyright isnujatim 2018