Lawan Dakwah Radikal, ISNU Jatim Luncurkan Dinun di Nurul Jadid Probolinggo

ISNUJATIM.ORG - PW ISNU(Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) Jawa Timur berkomitmen melawan maraknya dakwah radikal dengan meresmikan DINUN (Dai Intelektual NU Network) di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jumat (5/7/2019).

Ikhtiar ISNU Jatim secara kolektif dan sistematis berkomitmen mengikis model dakwah radikal yang fenomenal.

“Program DINUN ini adalah bagian dari ISNU sebagai lokomotif dakwah Nahdlatul Ulama yang rahmatan lil alamin dan bernilai nahdhiyyah untuk masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timur,” jelas Ketua Pelaksana Halal Bihalal dan peluncuran Dai Intelektual NU Network, Dian Ferricha kepada TIMES Indonesia.

Kegiatan yang bertajuk Islam Wasathiyah, Pancasila dan Ekonomi Syariah ini hasil kolaborasi PW ISNU Jatim dengan panitia Ponpes Nurul Jadid Paiton.  

Icha, panggilan akrabnya juga menyampaikan bahwa ISNU Jatim memiliki komitmen besar untuk menjadi organisasi intelektual NU. Hal itulah yang menjadi dasar diangkatnya tema besar di dalam acara seminar ini.

“Alhamdulillah, komitmen ini bisa kami buktikan dengan hadirnya kader-kader NU yang terwakili dalam pengurus cabang sebanyak 500 orang dari 38 kab/kota se-Jatim dan didukung kehadiran Bank Jatim Syariah,” kata perempuan yang juga menjabat Ketua PC ISNU Kota Blitar ini.

Beberapa narasumber yang diundang dalam acara yakni Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, Pembina BPIP Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, Drs. KH. Abdul Hamid Wahid, M. Ag Rektor Universitas Nurul Jadid (UNUJA), Prof. H. M. Mas’ud Said, M.M., Ph.D Ketua PW ISNU Jawa Timur, dan Ahmad Tohe Direktur Da’i Intelektual NU Network (DINUN).

“Saya berharap acara ini dapat meningkatkan tali silaturahmi kader NU dalam tubuh ISNU,” tegasnya. (*)

 

Sumber : https://m.timesindonesia.co.id

 

┬ęCopyright isnujatim 2018