Salat Istisqa di Sela MKNU di Ponpes Sunan Drajat

 

Isnujatim.org -- Musim kemarau yang panjang ini menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah di Indonesia. Termasuk di Lamongan dan sejumlah kota di Jawa Timur. Areal persawahan salah satu yang terdampak secara langsung. Oleh karena itu, di sela-sela pelaksanaan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) IKatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim di Ponpes Sunan Drajat, Paciran, Lamongan, diadakan salat Istisqa atau salat minta hujan oleh para pengurus ISNU se-Jatim bersama 12 ribu santri Ponpes Sunan Drajat. Salat Istisqa diadakan di lapangan Ponpes Sunan Drajat.
Meski digelar pukul 13.00 di lapangan dan di bawah terik matahari, tidak menyurutkan semangat para jamaah. Sebelum salat istisqa, didahului dengan salat ghaib untuk Presiden ke-3 RI Prof Dr Ing B.J. Habibie. Salat ghaib dan salat Istisqa dipimpin oleh Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Setelah itu dilanjutkan kutbah dan doa yang juga disampaikan oleh KH Marzuki Mustamar.
Marzuki mengingatkan, kemarau yang panjang dan berkurangnya rezeki barangkali disebabkan nikmat yang diberikan Allah yang seharusnya digunakan untuk kemaslahatan umat justru dipakai untuk maksiat. 
Kalau saat ini terjadi kemarau panjang dan paceklik, kata Marzuki,  karena kita kurang bertaqwa. Istigfar dan taubat akan mengrmbalikan riski kita. "Taubat dan istigfar akan mengembalikan rezeki kita," katanya.
Selain itu, Marzuki mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpecah belah. Apalagi saling menghujat dan menyebarkan hoax. Perpecahan sesama muslim, sambungnya, menjadi sebab turunnya azab. "Bersatu dan berjamaah mendatangkat rahmat dari Allah SWT. Mari setelah pemilu, pilpres, pilkada, atau pilkades, kita bersatu lagi," tandasnya.
Sekretaris ISNU Jatim M. Dawud mengatakan, salat ghaib dan istisqa tersebut merupakan gagasan dari KH Abdul Ghofur, pengasuh pondok pesantren Sunan Drajat. , "ISNU selalu hadir untuk memberikan solusi dan sumbangsih bagi masyarakat. Salat istisqa ini salah satu bentuknya," kata Dawud.
Para pengurus PW ISNU dan pengurus PC ISNU se-Jatim menyambut gagasan yang disampaikan oleh pengasuh Ponpes Sunan Drajat KH Abdul Ghofur untuk melaksanakan salat istisqa tersebut. Satu-satunya pesantren peninggalan walisongo itu menerima keluhan dari masyarakat terkait dampak kemarau panjang yang sedang terjadi. Masyarakat sekitar pondom juga dipersilakan ikut serta dalam salat istisqa tersebut. 
Mengenai MKNU yang diadakan di Ponpes Sunan Drajat, menurut Mas'ud, merupakan salah satu amanah dari Muktamar ke-33 NU. Salah satu syarat pengurus di lingkungan NU adalah lulus dalam pelatihan pengkaderan. MKNU tersebut adalah salah satu wujudnya.
MKNU kali ini dilakukan serentak di berbagai kota di Jatim. Total ada 1.200 pengurus NU yang ikut serta. Khusus MKNU yang diadakan PW ISNU Jatim di Lamongan, diikuti 180 kader yang terdiri dari pengurus PW ISNU Jatim dan pengurus PC ISNU se-Jatim. Selama tiga hari, 13-15 September 2019, peserta mendapat materi tentang ke-NU-an dari tim MKNU PP ISNU dan PWNU Jatim.(*)

©Copyright isnujatim 2018