Cara Lain ISNU Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2024

Alih upacara pagi sampai sore dan kendurian, ISNU Jatim mengisi mengundang perguruan tinggi Nahdlatul Ulama untuk Workshop Akreditasi Unggul

“Sejak lama NU berharap agar semua perguruan tinggi di lingkungan NU mendapatkan akreditasi unggul” kata M. Mas’ud Said Ketua PW ISNU Jawa Timur.

Hadir dalam Workshop Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama’ melalui Akreditasi Unggul yang berlangsung Kamis, 2 Mei 2024 di Pusat Studi Jawa Timur Gedung Pascasarjana UNISMA adalah KH Abdul Hakim Mahfudz, Rektor Unisma Malang Prof Dr Masykuri, Rektor Unusa Surabaya Prof Achmad Jazidie dan diikuti 105 peserta dari 34 Perguruan Tinggi dari Jatim dan Yogyakarta.

Dalam buku peta jalan abad kedua NU, pendidikan perguruan tinggi menjadi salah satu prioritas yang harus dikuatkan selain bidang Kesehatan, pengkaderan dan tata organisasi.

Oleh karena itu, akreditasi unggul menjadi kebutuhan bagi semua perguruan tinggi NU saat ini.

ISNU Jatim akan melakukan pendampingan kepada perguruan tinggi NU agar bisa mendapatkan status akreditasi unggul.

ISNU Jatim ingin menjadi pilar program akreditasi Perguruan Tinggi NU.

Membludaknya peserta workshop menjadi indikator bahwa akreditasi unggul harus segera dicapai oleh semua perguruan tinggi di bawah naungan NU.

Baca pula ISNU Jatim dan Minhaj Welfare Foundation Inggris Jajaki Kerja sama Dakwah dan Pendidikan

Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz menegaskan sejak didirikan oleh Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari, NU selalu melakukan transformasi dalam rangka mengantisipasi perkembangan zaman. Menurut Gus Kikin (sapaan akrab KH. Abdul Hakim Mahfudz), meski NU didirikan oleh para ulama dan menjadi tempat beraktifitas para ulama alim, namun tidak pernah berhenti melakukan transformasi.

“Hal ini dilakukan dalam rangka menjawab tantangan dan perubahan zaman. Ilmu-ilmu agama ditekuni secara fokus dan bersanad, sedangkan ilmu umum juga dipelajari di pesantren-pesantren agar NU selalu mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan prinsip “almuhafadzatu ‘alal qadimis sholih wal ahdu biijadidil ashlah” yang artinya, segala sesuatu yang baik akan tetap dipertahankan dengan mengadaptasi hal-hal baru yang lebih baik.

Gus Kikin berharap perguruan tinggi juga melakukan transformas-transformasi dalam rangka menghadapi perkembangan zaman, termasuk menjadi perguruan tinggi yang unggul.

“Hadratussyaikh sangat fokus menekuni keilmuan agama, tapi bukan berarti meninggalkan urusan berbangsa dan bernegara. Mudah-mudahan para peserta mendapatkan banyak pencerahan supaya semakin kaya khazanah keilmuan untuk bertransformasi sesuai perkembangan zaman,” ungkap pengasuh pondok pesantren Tebuireng Jombang ini.

Baca pula PW ISNU Jawa Timur Pererat Silaturahmi melalui Buka Bersama

Workshop yang digelar PW ISNU Jawa Timur ini menghadirkan 3 narasumber yang berbicara tentang Success Story dan Best Practice kampus masing-masing mendapatkan akreditasi unggul.

Sedangkan Prof. Slamet Wahyu, M.T., Guru Besar Universitas Brawijaya memberikan pedoman agar perguruan tinggi NU bisa mendapatkan akreditasi unggul.



Tinggalkan Balasan